mau tahu band indonesia yang g banyak omong tapi prestasi banyaK(cekidot)

Diposkan oleh riki jawak on June 10, 2013



[size="3"]Efek Rumah Kaca yang beranggotakan Cholil (Vokal/Gitar), Adrian (Bass/Back.Vokal), dan Akbar (Drum/Back.Vokal) mengawali band mereka pada tahun 2001. Mulanya, band ini bernama “Hush”, lalu kemudian menjadi “Superego”. Karena mereka sudah mendengar ada band lain yang menggunakan nama yang sama, mereka memutuskan untuk berganti nama menjadi “Efek Rumah Kaca” pada tahun 2006. Nama ERK sendiri diambil dari salah satu judul lagu yang mereka ciptakan.Sebenarnya ERK sudah merekam lagu-lagunya sejak tahun 2004.
Efek Rumah Kaca yang terdiri dari Cholil (vokal/gitar), Adrian (bass) dan Akbar (drum) terbentuk pada tahun 2001. Setelah mengalami beberapa kali perubahan personil, akhirnya mereka memantapkan diri mereka dengan formasi 3 orang dalam band-nya. Sebelumnya, band ini bernama "Hush" yang kemudian diganti menjadi "Superego", yang kemudian berubah lagi pada tahun 2005 menjadi Efek Rumah Kaca- diambil dari salah satu judul lagu mereka. Dan lahirlah Efek Rumah Kaca.

Banyak yang menyebutkan bahwa warna musik Efek Rumah Kaca tergolong dalam post-rock, bahkan adapula yang menyebutkan shoegaze sebagai warna musik mereka. Tetapi, Efek Rumah Kaca dengan mantap menyebutkan bahwa warna musik mereka adalah pop, karena mereka merasa tidak mengunakan banyak distorsi dalam lagu-lagu mereka seperti selayaknya musik rock. Secara musikal, ERK cukup banyak dipengaruhi oleh Jeff Buckley, Smashing Pumpkins, Radiohead, Sting, Jon Anderson, hingga Bjork

Sejak merilis debut album self title pada September 2007 (di bawah Indie Label Paviliun Records), ERK mendapat espon positif dari berbagai media dan kalangan. Puluhan, bahkan mungkin ratusan blog di internet meresensi album ini dengan antusias. Puluhan media cetak nasional memberi kredit yang baik. Puluhan tampil di layar TV nasional dan lokal. Ratusan radio memasukkan single-single mereka- terutama lagu ”Cinta Melulu”- ke dalam chart mereka. Kalangan pelajar, mahasiswa, sesama musisi, seniman, LSM, hingga kalangan umum mengapresiasi musik ERK. Ratusan panggung di berbagai daerah mendapat sambutan positif: Jakarta, Bandung, Bogor, Tangerang, Solo, Semarang, Yogyakarta, Jombang, Bali, Medan, Pekanbaru....

Efek Rumah Kaca disebut-sebut sebagai ”produk indie” terbaik saat ini, media-media musik menjulukinya sebagai ”band yang cerdas”, ”sesuatu yang berkualits sekaligus ’menjual’”, atau bahkan ”penyelamat musik Indonesia”.

Dan ERK masih menjadi band yang sama seperti sejak terbentuknya: berusaha terus menulis lagu sebagus dan seindah mungkin, sambil memotret kenyataan.

Efek Rumah Kaca - st (2007)
Efek Rumah Kaca - Kamar Gelap (2008)

Sumber: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4572443

sumber:http://meng-hayal.blogspot.com/2010/07/mau-tahu-band-indonesia-yang-g-banyak_01.html