Indonesia Tanpa Sosial Media, Bagaimana Jadinya?

Diposkan oleh riki jawak on June 18, 2013


- Memiliki akun sosial media dan mengupdate status di sana sudah menjadi rutinitas bagi sebagian besar orang. Sosial media seperti Facebookk, Twitter dan Youtube bisa diakses melalui laptop atau smartphone sehingga memudahkan penggunanya untuk selalu update dan membuka akunnya. Bisa dibilang bahwa sosial media menjadi bagian dari orang-orang masa kini. Di Indonesia, sosial media begitu booming sampai-sampai orang tidak perlu menyalakan televisi untuk mengetahui berita terbaru karena pasti ada yang menshare nya di sosial media.
Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah penduduk yang banyak. Banyaknya jumlah penduduk ini berbanding lurus dengan banyaknya akun sosial media milik warga negara Indonesia. Sudah menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat Indonesia kelas menengah untuk bermain sosial media. Namun sayangnya tidak semua negara bisa menikmati jejaring sosial. Negara seperti China dan Pakistan memblokir situs-situs penting seperti Google, Youtube, Facebook dan Twitter. Masyarakat di sana pun tidak kecanduan dengan sosial media, berbeda dengan Indonesia. Bagaimanakah bila masyarakat kita yang sudah terbiasa dengan Facebook dan teman-temannya ketika mungkin saja suatu saat layanan sosial media di blokir oleh pemerintah?
Data statistik bulan April 2013 lalu, jumlah pengguna Facebook di Indonesia mencapai 48.134.040 orang. Jumlah tersebut membuat Indonesia menjadi negara dengan jumlah terbanyak keempat di bawah Amerika Serikat, Brazil, dan India. Jumlah itu dapat diartikan bahwa banyak penduduk di Indonesia yang sudah memiliki dan terbiasa menggunakan sosial media. Bahkan bagi sebagian orang, sosial media sudah menjadi tempat curhat, berbagi kisah bahkan 'berdoa' lewat status Facebook atau tweet.
aktivitas bersosial mediaaktivitas bersosial media
Indonesia kini telah menjadi negara reformasi yang bebas untuk membagi informasi. Pengawasan terhadap penyebaran informasi dan perilaku bersosial media sangat kurang, terutama dari pemerintah. Kini banyak kejadian kriminal yang terjadi karena sosial media seperti penculikan anak, penipuan dan lain sebagainya. Kementrian Informasi dan Komunikasi masih belum mampu mengontrol aktivitas masyarakatnya di jejaring sosial sehingga banyak yang menjadi korban dan menderita kerugian.
Sempat ada wacana untuk dilakukan screening dan pengawasan terhadap akun sosial media namun hal itu mendapat bantahan keras. Bagaimana bila situs-situs sosial media diblokir? diprediksi akan banyak yang melayangkan protes terutama dari kaum remaja yang memang menjadi mayoritas pengguna sosial media terbanyak di Indonesia. Kebanyakan pengguna Facebook di tanah air yang mengatakan tidak setuju dengan pemblokiran tersebut. Khususnya bagi mereka yang sudah terlanjur 'kecanduan' dengan jejaring sosial.
Rakyat Indonesia sudah kecanduan dengan sosial media dan pasti akan berat sekali bila tiba-tiba Facebook, Twitter dan situs-situs lain diblokir. Pemerintah pun mencoba untuk mengurangi efek buruk sosial media walau belum menyeluruh. Semoga ke depannya, pemerintah tidak harus memblokir situs sosial media tapi cukup melakukan pengawasan dan kontrol penuh sehingga bermain sosial media menjadi aman dan tidak merugikan.
sumber:http://www.vemale.com/ragam/23012-indonesia-tanpa-sosial-media-bagaimana-jadinya.html